Tampilkan postingan dengan label sekolah photo jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah photo jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2015

Komposisi Rules Of Third Agar Foto Lebih Enak Dimata

Komposisi Rules Of Third Agar Foto Lebih Enak Dimata

Komposisi rules of thirds adalah salah satu prinsip komposisi fotografi yang paling dikenal dan paling populer bagi mayoritas penggemar potret memotret. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimbangan elemen foto sehingga secara keseluruhan foto tampak lebih enak dilihat.
Dalam komposisi foto, rules of thirds hanyalah salah satu dari sekian banyak prinsip komposisi lainnya. Dan setiap prinsip ini tidak wajib dijalani, namun untuk menjadi kreatif, orang bilang harus tahu dulu aturannya baru bisa mendobraknya.

Apa itu komposisi rules of thirds?

Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.


Keempat titik pertemuan yang diwarnai merah diatas bisa kita sebut sebagai empat titik mata. Nah teori komposisi rules of thirds mengatakan bahwa kalau kita menempatkan “point of interest” alias bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih balance dan enak dilihat.
Tidak semua empat titik harus diisi bersamaan, cukup salah satu. Dan elemen point of interest tersebut bisa jadi berupa obyek foto manusia ataupun benda mati.
 
Dalam ilmu desain disebutkan bahwa saat melihat sebuah gambar, mata manusia secara natural tertuju pada salah satu titik diatas dibandingkan pada pusat titik tengah foto. Sehingga foto yang disusun dengan komposisi rules of thirds lebih enak dimata karena sejalan dengan cara mata kita melihatnya.


Kalau anda amati dalam foto diatas, point of interest terletak tepat di persimpangan empat titik mata. Sementara ruang lain relatif kosong. Aturan rules of thirds juga mengatakan bahwa tidak ada bagian dari sebuah foto yang tidak bernilai, meski itu hanya background atau ruang kososng. Dengan demikian sebuah ruang kosong adalah bagian dari kombinasi artistik sebuah foto.


Bagaimana menerapkan komposisi rules of thirds dalam foto?

Dalam mempelajari aturan komposisi rules of third, ada tigal hal yang harus selalu kita ingat dan pertanyakan sebelum jari anda memencet tombol shutter release:
  • Apa point of interest (POI) foto kita. Bagian manakah yang menjadi pelaku utama yang paling menarik dalam foto kita?
  • Lalu bagilah foto dalam viewfinder menjadi persimpangan seperti gambar diatas
  • Dititik sebelah manakah point of interest tadi ingin ditempatkan?

JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id
Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Jumat, 13 Februari 2015

Belajar Komposisi Foto: Perspektif dan Titik Lenyap

Belajar Komposisi Foto: Perspektif dan Titik Lenyap

Kalau anda pernah menyimak guru seni rupa memberi penjelasan teori seni rupa, maka kata perspektif pasti pernah terlintas. Perspektif dalam seni rupa adalah bagaimana memberi kesan ruang pada lukisan, bagaimana agar benda yang dilukis dalam kanvas (atau kertas) seolah-olah benar-benar memiliki dimensi ruang. Nah karena fotografi banyak sekali meminjam teori seni rupa, terutama dalam hal komposisi, ada perlunya kita mengetahuinya.



Dalam fotografi, salah satu cara paling efektif memberi perspektif pada foto adalah dengan memanfaatkan titik lenyap (atau titik hilang = vanishing point). Apa?? titik lenyap? lenyap kemana? ke pintu Doraemon?. Bukan, dinamai titik lenyap karena seolah-olah sebuah benda, makin ke belakang posisinya akan makin mengecil bentuknya.

Dengan memanfaatkan titik lenyap ini, saat memotret jalan maka akan terlihat makin mengecil dan menyempit sehingga memberi kesan jarak yang jauh. Saat anda memotret deretan tiang listrik dan kabelnya, semakin kebelakang akan terlihat makin pendek dan lama-lama berimpit membentuk titik. Nah, titik inilah yang disebut titik lenyap. Lihat foto diatas, jembatan kayu ini besar diawal dan makin kecil kebelakang seolah-olah ujung keduanya menyatu menjadi titik, lenyap.
 
Foto diatas adalah contoh sempurna untuk perspektif 1 titik lenyap (one point perpective), dimana jembatan menjadi penunjuk jelasnya. Kalau ada 1 titik, apakah ada 2 titik. Ada, silahkan lihat contoh foto dibawah ini:

 memotret dari sudut gedung membuat kita memiliki 2 titik perspektif yang dibentuk oleh 2 bidang tembok dari gedung diatas. sisi tembok kanan menyempit kesatu titik, sisi tembok disebelah kiri menyempit ke titik lain

infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Apa Itu Moire Pattern ?

Apa Itu Moire Pattern ?

Dalam konteks fotografi, moire pattern terjadi saat obyek yang di foto memiliki detail pola yang berulang (garis, titik) yang melebihi kemampuan resolusi sensor kamera digital. Akibatnya adalah dalam foto akhir muncul pola tambahan yang tampak aneh dimata dan tidak nyata. Biar lebih gampang, lihat foto dibawah ini



















Lihat pola aneh yang tampak dalam baju di foto tersebut? ya, seperti itulah moire pattern. Dalam kehidupan nyata, moire hampir tidak pernah kelihatan karena kualitas mata kita memang top abis. Namun bagi kamera dan lensa yang penuh kekurangan, moire kerap kali muncul. Baik itu rambut, baju, tangga eskalator dan hampir semua obyek dengan detail pola berulang yang rapat dan kompleks memiliki potensi munculnya moire di foto.
Di kamera digital, moire terjadi karena cara cahaya mencapai sensor dan bagaimana cara sensor menginterpretasikan cahaya tersebut. Ada beberapa cara efektif saat memotret untuk mengurangi moire. Postingan selanjutnya akan membahas cara memotret untuk mengurangi moire. Namun kalau anda terlanjur memiliki moire dalam foto, kita bisa menggunakan Lightroom untuk mengurangi moire, meskipun tidak bisa sepenuhnya hilang.


Selamat berkenalan dengan moire deh.


infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Kamis, 05 Februari 2015

Article - 3 Cara Kreatif Memotret Gerakan

3 Cara Kreatif Memotret Gerakan

Tidak semua foto harus terlihat tajam dan foto blur juga belum tentu jelek. Saat kita ingin menunjukkan betapa dinamisnya sebuah subyek foto, kita bisa membuat blur secara disengaja untuk menunjukkan pergerakan dan kecepatan subyek. Saat kita memotret panning sebuah motor, orang akan tahu motor tersebut sedang bergerak.
Ada tiga cara untuk menunjukkan gerakan dalam sebuah foto: panning, memanfaatkan long exposure dan teknik zooming. Mari kita ulas satu persatu:

1. Panning

Teknik panning adalah saat kita memotret sambil menggerakkan kamera mengikuti arah gerakan subyek. Subyek yang kita ikuti akan terlihat lumayan tajam sementara lingkungan sekitar akan terlihat blur sehinnga memunculkan kesan motion (gerakan).
  • Set kamera di mode shutter priority
  • Berapa detik exposure yang dipakai ditentukan oleh kecepatan subyek, memotret panning orang jogging misalnya butuh 1/20 detik sementara balap mobil bisa 1/100 detik
  • Antisipasilah titik fokus subyek lalu gunakan manual fokus
  • Cara menggerakkan lensa tentu harus selembut mungkin mengikuti gerakan subyek, dan arahnya hanya horisontal, jadi hasil foto panningnya masih enak dilihat (kecuali anda berkehendak lain)
  • Jangan terlalu crop ketat dikamera, nanti subyek malah terpotong. Kasih ruang untuk gerakan subyek, crop di photoshop nanti
  • Latihan memegang kunci, trial and error kadang adalah sahabat terbaik kita
Tips foto panning yang lebih rinci bisa anda Tips Foto Panning Lanjutan.

Beberapa contoh foto panning:

 
1/15 detik, f/13, ISO 400

 
1/100, f/7.1, ISO 400

 
1/25, f/13, ISO 200

1/60, f/20, ISO 100

 
 1/160, f/5.6, ISO 200

2. Long Exposure

Foto long exposure dihasilkan saat kita memotret dengan shutter speed lambat. Long exposure membutuhkan waktu exposure yang biasanya jatuh diangka 1/10 detik atau lebih lambat.
Saat memotret long exposure kita membutuhkan tripod yang kuat, remote shutter untuk mengindari shake serta butuh waktu. Waktu dibutuhkan untuk mengulang jika kita belum puas.
 
Long exposure tidak melulu berarti memotret malam hari. Memotret air terjun, laut atau sungai disiang hari dengan air bergerak (dan awan bergerak) menjadi terlihat seperti serat kapas juga termasuk long exposure. Begitu juga foto bulb, star trail, light trail, light painting dan sebagainya. Intinya kita membutuhkan waktu exposure yang lama, supaya benda bergerak terlihat blur.
Belfot akan membuat artikel tentang long exposure dengan lebih rinci (tentang Tips Foto Light Trails alias Jejak Lampu. Untuk saat ini, berikut beberapa contoh foto long exposure:

 1/3 detik, f/3.5 ISO 100

2,5 detik, f/20, ISO 100

15 detik, f/8, ISO 100

25 detik, f/8/ ISO 100

3. Zoom Blur

Cara ketiga adalah dengan mencoba teknik zooming dengan lensa untuk menunjukkan pergerakan subyek. Teknik ini tentu hanya bisa dilakukan dengan lensa zoom (lebih jauh dengan lensa zoom).
Teknik zoom blur atau juga biasa disebut zoom burst Berikut beberapa contoh foto zoom blur:

 1/50, f/4, ISO 100

 1/13 detik, f/2.8 ISO 640

 
1/10, f/22 ISO 100


Nah, selamat melatih salah satu teknik diatas.

infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id
 
Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course


Senin, 12 Januari 2015

Article JSP - 7 Keistimewaan Lensa Prime 50mm

7 Keistimewaan Lensa Prime 50mm 

Sebuah lensa dengan focal length fixed sepanjang 50mm ini sebenarnya sangat mirip secara focal length dengan saat kita menggunakan lensa kit 18-55mm yang dizoom maksimal. Bagi kamera crop, lensa prime 50mm adalah sebuah lensa tele pendek sementara bagi kamera full frame, lensa ini adalah lensa standar.

 

Jika anda belum pernah menggunakan lensa ini, mungkin akan timbul pertanyaan: buat apa membeli sebuah lensa yang tidak bisa dizoom dan memiliki focal length canggung? 50mm?? kenapa tidak lensa lebar atau lensa tele sekalian?. Apalagi jika anda sudah terlanjur memiliki lensa kit dimana focal length 50mm termasuk didalamnya.
Ternyata oh ternyata, sebuah lensa 50mm adalah sebuah lensa fantastis dan sangat berguna, tidak percaya?. Mari kita ketahui 7 keistimewaan lensa prime 50mm:

1. Cepat

Lensa prime 50mm memiliki aperture maksimal yang memungkinkan kita memotret di kondisi minim cahaya. Dengan bukaan maksimal f/1.8 atau f/1.4, kita masih bisa memotret di kondisi remang saat lensa lain sudah menyerah.
Sebagai contoh, lensa Canon EF 50mm f/1.4 memiliki aperture maksimal di posisi f/1.4. Sementara lensa kit 18-55 mm memiliki apeture maksimal di posisi f/5.6. Dari hitungan stop, maka lensa prime 50mm f/1.4 memiliki 4 stop lebih cepat dibanding lensa kit tadi (apa itu stop dalam fotografi?).
4 Stop adalah jumlah yang sangat banyak. Ini artinya anda bisa memotret tanpa bantuan flash saat mulai remang, atau juga bisa menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus.

2. Performa Optik Sangat Bagus

Kualitas gambar yang dihasilkan dari lensa 50mm, bahkan yang murah sekalipun (50mm f/1.8 misalnya) biasanya sangat tinggi. Lensa ini membantu anda menghasilkan foto yang lebih tajam dan juga berarti anda tidak perlu banyak mengeluarkan uang untuk menghasilkan foto yang bagus.
Lensa prime 50mm sudah ada sejak puluhan tahun lalu yang artinya produsen lensa sudah sangat berpengalaman dengan lensa ini. Ditambah lagi desain dan susunan optik didalamnya relatif lebih simpel dibanding lensa lain, apalagi jika dibandingkan lensa zoom. sebuah lensa prime 50mm murah sekalipun bisa memberi anda kualitas foto yang tajam, renyah sekaligus bebas chromatic aberration.

3. Bisa berfungsi Sebagai Lensa Portrait di Kamera Crop

Di kamera crop dengan crop factor 1.5, lensa prime 50mm memiliki panjang focal efektif 75mm (50 x 1.5). Ini artinya jika anda memiliki kamera DSLR crop, maka anda sudah memiliki lensa tele pendek yang ideal untuk foto portrait.




4. Tanpa Zoom alias Fixed

Sudah jelas sih kalau lensa prime adalah lensa fixed alias tidak bisa dizoom. Untuk mengubah framing sebuah obyek foto, kita harus menggerakkan badan dan kadang kaki. Tanpa disadari, kemampuan komposisi dan pemahaman tabiat anda terhadap lensa ini mulai terbentu secara otomatis akibat kita harus bergerak untuk mendapat angle yang sesuai. Ini jelas sebuah nilai positif.
Keterbatasan tidak bisa zooming membuat kita menjadi lebih kreatif dan lebih melatih mata sekaligus membantu kita memahami aspek penting dalam fotografi: komposisi dan cahaya. Baca lensa zoom versus lensa prime.

5. Enteng

Hampir semua lensa prime 50mm memiliki bobot yang enteng dibandingkan jenis lensa lainnya (well kecuali lensa 50mm f/1.2 L milik Canon). Saat anda harus banyak berjalan atau sedang traveling, faktor bobot menjadi lumayan krusial. Memotret sebaiknya adalah proses yang bisa dinikmati, dan berjalan-jalan membawa lensa sebarat 1 kilo atau lebih adalah proses yang kurang nikmat. Tidak akan terjadi saat anda membawa lensa prime 50mm, enteng dan memotret juga menjadi lebih nikmat.

6. Mudah Disulap Menjadi Lensa Makro

Sebuah lensa prime 50mm adalah lensa idela jika anda ingin memiliki lensa makro tanpa harus membeli lensa khusus makro. Dengan memanfaatkan extension tube atau anda bisa memasangnya dengan terbalik memanfaatkan reverse ring, kita menyulap lensa prime 50mm menjadi sebuah lensa dengan kemampuan makro yang kualitasnya sangat bagus.

7. Murah

Lensa prime 50mm adalah sebuah lensa dengan kualitas fantastis dan yang lebih penting lagi harganya sangat terjangkau dibandingkan lensa lain. Anda bisa membeli lensa prime 50mm f/1.8 baik Nikon maupun Canon dengan harga sekitar Rp. 1 Juta.
Nah tunggu apalagi, jadikan lensa ini salah satu pertimbangan sebelum membeli lensa lainnya.

infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course


Minggu, 11 Januari 2015


Kenapa Foto Bokeh Menarik Dilihat?

Paling tidak ada 6 artikel yang bisa membantu anda membuat foto bokeh yang optimal disini:

  1. Tips dasar membuat foto bokeh
  2. 6 tips lanjutan agar foto bokeh lebih dahsyat
  3. Tips foto bokeh dengan kamera saku
  4. 15 foto bokeh inspiratif
  5. Menikmati keindahan bokeh di aperture f/1.0, dan ada juga
  6. Cara mengunakan tombol depth of field preview untuk mensimulasikan seberapa lebar ruang tajam foto

Foto bokeh menarik untuk dilihat karena secara natural membantu cara kerja mata kita saat melihat sebuah foto. Dengan ruang tajam (depth of field) yang sempit, mata kita segera tertuju pada area tajam. Jika ada bagian yang tajam dalam sebuah foto sementara sisanya terlihat kabur, mata kita akan langsung terpaku pada daerah yang tajam tadi.

f/5.6, 1/500, 400mm

Bokeh atau selective focus atau foto apapun yang memiliki definisi ruang tajam yang sempit juga sebenarnya memiliki fungsi komposisional. Dengan menonjolkan bagian yang tajam dan mengaburkan bagian yang lain seolah-oleh kita memberi penekanan pada area tajam tadi. Pemirsa foto juga akan dibuat mudah memahami bagian mana yang ingin ditekankan oleh fotografernya dan bagian mana yang sifatnya menjadi pemanis.
f/2, 1/125, 135mm

Sebuah contoh penerapan bokeh yang tepat dan bagus pada sebuah foto misalnya adalah foto portrait atau foto wajah, dimana bagian wajah terlihat super tajam sementara bagian lainnya tampak kabur seperti dalam foto dibawah ini:

f/1.4, 1/150, 50mm


Bokeh juga bisa digunakan untuk meminimalkan efek latar belakang atau background yang tampak sibuk dan mengganggu point of interest dengan cara membuat blur latar belakang tadi. Kalau latar belakang tampak sama tajam atau hanya sedikit lebih blur dibanding point of interest (subyek utama) foto, maka bisa-bisa latar belakang tersebut mengganggu cara kita melihat foto.


f/2.8, 1/125, 105mm
 
Anda bisa mempelajari cara mengisolasi ruang tajam hanya di daerah yang anda ingin tekankan dalam foto melalui 6 artikel diatas.


JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity

and Photography Course

Selasa, 23 Desember 2014

Hunting bersama JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY

Hunting Rooftop bersama JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY PEJATEN
















infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Pencapaian Murid dan Pengajar JSP (Jakarta School Of Photography)

 PENGHARGAAN PAF BANDUNG 2014

Congratulation @J Teguh Widjaja


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=300342386812774&set=a.300341783479501.1073741851.100005110443874&type=1&theate
 Juara 3 "Lensa Budaya Indonesia - Lomba Foto Indomaret 2014"

Congratulations Angelus Agustinus pengajar JSP Pejaten


https://www.facebook.com/Jspschool/photos/a.512961405485882.1073741889.131206750328018/663009177147770/?type=3&theater 

 

 Memotret Kembang Api Tahun Baru ada

Tulisan Pak Angelus Agustinus pengajar JSP Pejaten di Majalah Travel Photography edisi 24 2014


https://www.facebook.com/angelus.agoest?fref=ts 



Satu lagi pencapaian siswa JSP, Binsar Nasution foto nya masuk dalam majalah Air Asia
Selamat ya..


 https://www.facebook.com/ade.binsar?fref=ts










infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

JSP (Jakarta School Of Photography) BORONG HADIAH

JSP BORONG HADIAH CANON PHOTO MARATHON 2013

Ingin jadi Juara ? Mari bergabung dengan JSP (Jakarta school of photography)
JSP PUSAT (CEMPAKA MAS) 021-42870868
JSP PEJATEN 021-79193017


 

 

 

 

Dan Angelus Agustinus (Pengajar JSP Pejaten), menangkan lomba Canon photo marathon 2013 Yogyakarta Juara 2  

 

 

 


Selamat buat Sulaiman (Siswa JSP) memenangkan lomba Canon photo marathon 2013 Juara 3 







www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course



Senin, 22 Desember 2014

Tips Memotret Landscape Saat Kondisi Sunset - by JSP (JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY)

Tips Memotret Landscape Saat Kondisi Sunset - www.jsp.co.id 

Belajar photo ya di JSP sudah banyak menghasilkan siswa berperstasi link

Situasi matahari tenggelam merupakan fenomena yang sangat ditunggu-tunggu oleh fotrogafer landscape. Karena pada saat matahari tenggelam atau lebih dikenal dengan sunset, alam menawarkan fenomena yang sangat indah. Warna langit yang terlihat sangat indah dan menarik, juga sudut pandang matahari yang terlihat lebih rendah dapat memberikan teksture yang bagus pula pada landscape. Sunset memang menawarkan panorama yang sangat indah, apalagi jika dilihat dari tepian pantai maupun perbukitan ataupun puncak gunung akan membuat foto landscape menjadi semakin indah.

Tetapi untuk bisa mendapatkan moment yang satu ini, kita cukup memiliki tantagan untuk bisa memaksimalkan potensi suatu foto yang terlihat hebat. Tapi anda jangan perlu khawatir, berikut ini saya tuliskan beberapa tips serta pendekatan yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat memotret sunset.

*Settingan Kamera

Pengaturan untuk yang dilakukan pada kamera sebenarnya tidak jauh berbeda antara penggunaan kamera untuk memotret sunset dengan memotret landscape lainnya. Hal yang berikut ini bisa kita jadikan acuan jika kita akan memotret sunset :

1. Mode Pemotretan: Manual
2. ISO: 100
3. Aperture: f/11 (Depth of Field luas, tanpa menurunkan kualitas gambar)
4. Shutter Speed: Sesuaikan dengan kondisi langit yang terekam dalam gambar (percepat jika tampak terlalu terang, dan perlambat jika langit terlalu gelap).
5. White balance: Daylight/Sunny jika Sobat memotret menggunakan JPEG

Namun hal yang perlu kita ingat bahwa kamera bukan merupakan suatu parameter yang bisa menjamin keberhasilan foto sunset kita, namun ada beberapa hal yang perlu kita jadikan pertimbangan.

*Exposure

Hal yang akan terlihat menarik dari fenomena sunset adalah langit yang berwarna merah, pink, serta orange, sehingga tidak sedikit fotografer yang terkadang berlomba untuk bisa mengabadikan moment indah yang satu ini. Jika foto ini memiliki komposisi yang bagus, maka akan membuat penikmat foto kalian menjadi terhibur dengan keindahan foto tersebut. Tetapi jika foto tersebut tidak memiliki komposisi yang bagus, maka penikmat foto kalian akan cepat merasa bosan dan cepat kehilangan ketertarikan terhadap foto sunsetr anda.


JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part III)

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part III)

Masih dengan tema uploadan sebelumnya, yaitu mengenai macam-macam settingan yang perlu dilakukan pada suatu kamera untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Berikut ini merupakan lanjutan tentang artikel yang di upload sebelumnya :

* Histogram

Histogram merupakan grafik yang akan menunjukan range tonal yang terdapat pada suatu foto. Dengan melihat dan membaca histogram ini, kita akan mengetahui apakah foto kita underexposure ataupun sebaliknya. Hal ini menjadi sangat berguna bagi kiita, mengingat sulitnya menilai exposure pada suatu foto, jika hanya dengan melihat pada LCD kamera.

- Underexposed : jika grafik memuncak pada sebelah kiri dan terdapat banyak pixel gelap pada foto kita, kemungkinan besar adalah Underexposed.
- Overexposed : jika grafik cenderung kearah dan memuncak ke kanan, maka akan ada banyak pixel terang dan kemungkinan terbesar adalah Overexposed.

* White Balance

Mendapati warna yang tidak biasa pada suatu hasil foto, pasti sering kita temui. Umumnya hal ini lebih dikarenakan oleh adanya bebrapa sumber cahaya yang memiliki warna dan temperatur yang berlainan. Dengan merubah pengaturan white balance pada kamera saat akan digunakan, akan sangat membantu kita untuk mendapatkan warna yang jauh lebih akurat.

* Auto

Sebagai seorang pemula memang akan lebih baik jika menggunakan manual mode saat akan memotret suatu subyek. Dengan pengaturannya yang otomatis, sehingga kita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memotretnya. Pengaturan ini sangat cocok untuk merekam moment-moment yang sangat penting dan terjadi hanya sekian detik saja. Dengan moment yang singkat ini, kita akan terlambat mengabadikannya, jika kita harus mengatur kamera kita terlebih dahulu secara manual.

* Flash

Kamera Flash tidak hanya menjadi alat pelengkap saja dalam suatu kamera, namun kamera flash juga pada kondisi tertentu menjadi sangat penting fungsinya. Teknik flash dapat kita manfaatkan atau gunakan saat kita akan memotret suatu obyek dalam kondisi kurang cahaya. Namun ada satu kaondisi dimana sebaiknya kita mematikan kamera flash, yaitu saat akan mengambil obyek yang memiliki ambient light yang bagus, seperti cityscape pada malam hari dan saat event indoor. Jika kita tidak mematikan kamera flash, maka hasil gambar yang kita peroleh akan berpotensi mengalami blow-out dan tidak akan memiliki detile.

sumber info : seputarfotografi.net


JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part II)

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part II)

Melanjutkan artikel update yang sebelumnya, yaitu tentang macam-macam setingan yang sangat penting untuk dilakukan pada kamera kita, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini jenis settingannya :

* Exposure Meter

Exposure merupakan banyaknya cahaya yang masuk kedalam kamera melalui lensa yang ada dikamera kita. Expopsure ini terjadi umumnya disebabkan oleh tiga faktor, yaitu adanya aperture, shutter speed, dan yang terakhir adalah ISO. Exposure yang muncul pada viewfinder atau layar LCD kita akan sangat membantu kita untuk mendapatkan exposs yang pas. Apapun dan bagaimanapun, kamera hanyalah suatu tools fotografi, terkadang yang namanya matering tetapsaja sesekali menghasilkan exposure yang kita anggap salah.

* Mode Scene

Kebanyakan dari kamera yang beredar dipasaran saat ini, sudah menawarkan banyak fitur-fitur canggih dengan mode otomatis. Dimana fitur dengan mode ini sangat membantu dan memudahkan kita dalam menggunakannya karena dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Beberap mode yang sering kita jumpai diantaranya adalah :

- Landscape : memberikan pengaturan aperture yang kecil dan menonjolkan warna hijau dan biru.
- Portrait : Memberikan pengaturan aperture lebar agar background menjadi blur sementara subyek tetap terfokus dengan baik.
- Sports : Menggunakan shutter speed cepat, bebas blur yang diakibatkan oleh pergerakan
- Macro : Memudahkan kita untuk mendapatkan fokus ketika mendekat pada obyek.

* Mode Art

Fitur yang satu ini mampu memberikan efek yang tentunya memudahkan kita untuk terus berkreasi dalam setiap jepretan yang kita lakukan. Berikut ini merupakan macam-macam pilihan menu Mode Art yang biasanya ada pada kamera :

- Toy Camera : memungkinkan kita untuk memotret dengan contrast yang tinggi, saturas warna seperti toy camera.
- Fish-eye : akan memberikan efek distorsi pada suatu foto untuk memperbesar bagian tengah pada frame.
- Miniature : efek ini akan membuat obyek menjadi kelihatan lebih kecil dari aslinya.
- Soft Focus : obyek akan terlihat sedikit out of focus.
Selective Colour : akan mengubah warna foto greysicle menjadi warna lain, namun hanya satu warna yang akan muncul.

* Autofocus

Menguasai teknik manual fokus dalam sebuah bidang fotografi merupakan suatu hal yang sangat bagus, dimana hal ini sangat berguna bagi kita, khususnya pada kondisi tertentu. Walaupun begitu, kita jangan terlalu bergantung dengan manual focus, karena hal ini akan berpotensi menghasilkan gambar yang kurang fokus. Hal ini terjadi karena ketika kita menggunakan manual fokus, kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan fokus yang pas, sehingga peran Autofocus menjadi sangat penting.

sumber info : seputarfotografi.net


www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part I)

Mengenal Macam-Macam Settingan Penting Pada Suatu Kamera (part I)
 
Foto-foto keren yang biasa kita hasilkan pada saat kita memotret, ternyata tidak lepas dari pemahaman terhadap kamera yang kita gunakan. Selain tentunya kualitas kamera yang kita gunakan juga sedikit menentukan hasil potretan kita, namun pemahaman atau bahkan trik yang kita gunakan saat memotret biasanya akan lebih menentukan hasil foto kita nantinya.

Kita mungkin sering melihat karya yang bagus dan spektakuler, namun tidak jarang karya tersebut dihasilkan dengan menggunakan kamera yang bisa dikatakan keluaran/generasi terdahulu. Bahkan mungkin seniman lebih menyukai kamera analaog, jika dibandingkan dengan menggunakan kamera digital. Pengaturan terhadap kamera yang kita gunakan menjadi hal yang sangat penting untuk kita lakukan sebelum kita memulai memotret suatu obyek, karena tentunya hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Apakah anda penasaran..???, mari kita simak pengaturan/settingan yang biasa dilakukan oleh fotografer profesional untuk mendapatkan hasil foto yang hebat :

1). Aperture Priority

Aperture adalah ukuran lebar bukan lensa pada suatu kamera. Settingan ini biasanya tertulis pada model dial dengan A atau AV. Aperture priority sendiri merupakan model semi otomatis yang terdapat pada kamera, dimana kita dapat merubah settingan yang ada didalamnya. Sementara itu untuk speed shutternya kamera yang akan menjalankannya secara otomatis.

2). Shutter Priority

Mode settingan ini biasanya ditandai dengan tulisan S atau Tv pada kamera kita. Dengan mode ini kita mempunyai kemampuan sepenuhnya untuk mengatur shutter speed yang akan kita gunakan, sementara settingan aperture akan ditentukan sevara otomatis oleh kamera. Dengan menggunakan shutter, kita dapat menetukan kecepatan yang kita inginkan, sehingga mode yang satu ini sangat cocok untuk memotret subyek yang bergerak atau digunakan saat kondisi redup / rendah cahaya.

Fast Shutter Speed : dikatakan memiliki kecepatan yang tinggi ketika kita memotret dengan kecepatan lebih dari 1/200 detik. Hal ini sangat bagus untuk digunakan pada bidang wildlife atau sport, mengingat kecepatan yang dihasilkan dan kecilnya potensi terjadinya movement yang terekam.

Slow Shutter Speed : umumnya dengan kecepatan berkisar lebih lambat dari 1 detik. Akan sangat tidak cocok jika settingan ini kita gunakan untuk merekam obyek bergerak, karena dengan kecepatannya yang rendah akan membuat cahaya banyak masuk kedalam kamera, dan biasanya akan menghasilkan gambar yang blur.


JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course

Galaksi nunjauh - Merekam momen yang telah berlalu dengan melihat ke depan

Galaksi nunjauh - Merekam momen yang telah berlalu dengan melihat ke depan

Astro - Galaksi nunjauh
Merekam momen yang telah berlalu dengan melihat ke depan




Untuk bisa melewati batas atmosfer bumi berarti dibutuhkan tekeskop dan kamera mount untuk memasangkan SLR Anda. Model untuk pemula bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 1 jutaan, tapi kalau ingin yang lebih canggih, siapkan anggaran yang lebih besar.

Jika tak tertarik untuk melewati batas tepi planet kita, Anda bisa merekam foto jejak bintang dengan peralatan standar. Pastikan untuk menjauh dari lampu kota dan pergi ke lokasi pinggiran untuk mendapatkan hasil terbaik.

Untuk menambah inspirasi, lihatlah pameran Astronomy Photographer of the year (http://www.rmg.co.uk/visit/exhibitions/astronomy-photographer-of-the-year). Foto di bawah ini diabadikan oleh pemenang tahun lalu Marco Lorenzi, dan menunjukan struktur rumit ledakan supernova.

Trik Wajib Dicoba
  • Lihatlah ramalan cuaca dan pilih malam yang jenih untuk memotret
  • Bawalah tripod kokoh. Anda akan merekam menggunakan waktu eksposur yang panjang, jadi semakin kokoh penyangganya semakin baik hasilnya
  • Kunjungi www.rmg.co.uk /astrophoto untuk informasi lebih lengkap tentang kompetisi dan pameran Astronomy Photography of the year, serta sejumlah tips pemotretan.

    Sumber: DC










JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
www.jsp.co.id
www.ispschool.co.id
infojsp@yahoo.com
info@ispschool.co.id

Phone : 021-42870868
Franchise Opportunity
and Photography Course